Kenikmatan cinta kepada Allah SWT dan Rasulnya

by

Seseorang bertanya kepada Sang Nabi “yaa Rasulullah kapan datangnya hari kiamat?” (kita bertanya) siapa orang ini? Al Imam Ibn Hajar Asqalani didalam kitabnya Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan orang yang bertanya ini orang yang membuang air kecil di Masjid Nabawi. Orang yang boleh dikatakan sangat kurang ajar dan minim pemahamannya dan juga imannya, dia bertanya “kapan hari kiamat?” Rasul menjawab dengan pertanyaan “bukan kapan yang mestinya kau ketahui, apa yang kau siapkan? jangan bicarakan kapan hari kiamat karena yang diperlukan adalah persiapanmu, apa yang kau persiapkan?” ia berkata “La syai..! Tidak ada apa-apa yang kusiapkan. Maksudnya apa? Ia beramal hal yang fardhu dan memperbanyak hal yang sunnah semampunya tapi tidak punya satu amal yang ia andalkan terkecuali Mahabbatullah awa Rasul.

Yang ku andalkan cinta kepada Allah SWT dan RasulNya Muhammad saw, ini yang menjadi andalanku yang lain tidak ku andalkan walaupun akau beramal. “La syai” disini bukan berarti tidak beramal, beramal tetapi dia tidak mengandalkannya. Yang ia andalkan cintanya kepada Allah SWT dan Rasul, maka Rasul menjawab “engkau bersama dengan orang yang engkau cintai” dijawab kabul dari cintanya kepada Allah SWT dan Rasul diijabah langsung oleh Rasul saw. Barangkali kalau amalan lainnya belum tentu diijabah oleh Allah, tetapi cinta kepada Sang Nabi langsung dijawab oleh Rasul “anta ma a man ahbabta..!” engkau bersama dengan orang yang kau cintai.

Karena cinta ini (wahai) hadirin-hadirat adalah kiblatnya jiwa, kemana jiwa itu mengarah pasti kepada orang atau siapapun yang ia cintai. Walaupun ia menghadap kiblat tetap jiwanya akan mengarah kepada yang ia cintai, walaupun ia bersujud kepada Allah SWT jiwanya akan bersama dengan orang yang ia cintai. Beruntung orang-orang yang mencintai Allah SWT dan Rasul. Maka berkata Sayyidina Anas ibn Malik ra “kami tidak pernah gembira dalam suatu kegembiraan selain mendengar kabar : kau akan bersama dengan orang yang kau cintai. Kabar (inilah) yang sangat menggembirakan kami, janji dari Sang Nabi dan beliau ra Sayyidina Anas berkata “dan aku mencintai Rasulullah, aku mencintai Nabi Muhammad saw, Abu Bakar, dan Umar dan aku berharap akan bersama mereka walaupun aku tidak mampu beramal sedahsyat amal mereka.

Ucapan Anas Ibn Malik yang dicantumkan didalam Shahih Bukhari ini diakui tentunya dan dibenarkan oleh seluruh Muhaddits dan ulama Ahlussunnah wal jamaah bahwa kecintaan kepada seseorang akan mengantarkannya bersama kelak di Yaumil Qiyamah. Hadits ini merujuk pada satu makna : beruntung mereka yang mencintai Nabi Muhammad saw, beruntung mereka dengan keberuntungan dunia dan akhirat mereka yang mencintai Sayyidina Muhammad saw, yang mencintai Rasulullah saw, Sungguh mereka akan bersama Sang Nabi, yang mencintai para shalihin mereka akan bersama dengan orang yang mereka cintai.

Ingin tambah sukses ?? Ayo gabung peluang usaha warnet, balik modal dalam satu tahun, garansi modal kembali !!!

Tag: , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: