surat al-mulk

Mei 29, 2009 by

dalam surat al-mulk,diterangkan mengapa Allah menciptakan 2 hal yg essensial pada diri manusia berupa kehidupan dan kematian, mati yg dalam bahasa arab adalah “mauta” adalah berpisahnya arwah dari jasad manusia yg Allah telah tetapkan taqdirnya. sesungguhnya hikmah di balik itu semua adalah untuk menguji apakah manusia selama hidupnya mengerjakan amalan-amalan sholeh atau sebaliknya yag pada akhirnya kembali pada manusia itu sendiri,,tetapi Allah sendiri telah memrintahkan kepada hambanya yg beriman agar jgn menyia-nyiakan hidup di dunia yg fana dan penuh dengan kebohongan semu,tetapi kejarlah kehidupan di akhirat niscaya akan bahagia,, (wamaa kholaqol mauta wal hayata liyabluwakum ayyukum ahsanu amala ) wallahul muwafiq,ila aqwamitthoriq……

Ingin tambah sukses ?? Ayo gabung peluang usaha warnet, balik modal dalam satu tahun, garansi modal kembali !!!

Banci dalam islam

Mei 29, 2009 by

Islam sangat tegas dalam menyikapi masalah banci ini. Dalam Islam, banci adalah sebuah perbuatan yang bertentangan dengan aqidah Islam. Sebab manusia diciptakan hanya dalam dua jenis, yaitu laki-laki atau perempuan secara berpasang-pasangan. Seperti dalam ayat berikut, ”Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak…”(QS An-Nisa ayat:1).

Selain itu, Rasulullah juga sangat membenci perbuatan menjadi seorang banci, seperti dalam hadist beliau. ”Rasulullah melaknat (mengutuk) laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki, beliau bersabda : Usirlah mereka dari rumah-rumah kalian” (HR. Bukhari). Nah loe, siapa yang mau dibenci sama Rasulullah? Pastinya gak bakalan dapat hujjah di akhirat kelak. sebagai seorang muslim, kita seharusnya hanya menjadikan Islam sebagai aqidah kita. Jadikan aqidah Islam kita sebagai landasan hidup kita. Kita tidak boleh meniru aqidah lain yang jelas-jelas kufur. Banci merupakan perbuatan yang telah keluar dari aqidah Islam kita.

Jadi gak ada deh yang namanya kompromi dengan yang liberalisme yang menjerumuskan kita dalam jurang-jurang penyesatan yang salah satunya melalui perbuatan banci. Sebagai seorang muslim kita harus tetap istiqomah dalam menerapkan Islam dalam kehidupan sehari-hari. Banci kaleng tetap akan menjadi kaleng jika tidak dirubah melalui perubahan aqidah yang benar.

Ingin tambah sukses ?? Ayo gabung peluang usaha warnet, balik modal dalam satu tahun, garansi modal kembali !!!

Sihir dalam pandangan islam

Mei 29, 2009 by

Akhir-akhir ini banyak sekali tukang-tukang ramal yang mengaku dirinya sebagai tabib, dan mengobati orang sakit dengan jalan sihir atau perdukunan. Mereka kini banyak menyebar di berbagai negeri, orang-orang awam yang tidak mengerti sudah banyak menjadi korban pemerasan mereka. Maka atas dasar nasihat (loyalitas) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kepada hamba-hamba-Nya, saya ingin menjelaskan tentang betapa besar bahayanya terhadap Islam dan umat Islam adanya ketergantungan kepada selain Allah dan bahwa hal tersebut bertolak belakang dengan perintah Allah dan RasulNya. Dengan memohon pertolongan Allah Ta’ala saya katakan bahwa berobat dibolehkan menurut kesepakatan para ulama.

Seorang muslim jika sakit hendaklah berusaha mendatangi dokter yang ahli, baik penyakit dalam, pembedahan, saraf, maupun penyakit luar untuk diperiksa apa penyakit yang dideritanya. Kemudian diobati sesuai dengan obat-obat yang dibolehkan oleh syara’, sebagaimana yang dikenal dalam ilmu kedokteran. Dilihat dari segi sebab dan akibat yang biasa berlaku, hal ini tidak bertentangan dengan ajaran tawakkal kepada Allah SWT dalam Islam. Karena Allah Ta’ala telah menurunkan penyakit dan menurunkan pula obatnya. Ada di antaranya yang sudah diketahui oleh manusia dan ada yang belum diketahui. Akan tetapi Allah Ta’ala tidak menjadikan penyembuhannya dari sesuatu yang telah diharamkan kepada mereka.

Oleh karena itu tidak dibenarkan bagi orang yang sakit, mendatangi dukun-dukun yang mendakwakan dirinya mengetahui hal-hal ghaib, untuk mengetahui penyakit yang dideritanya. Tidak diperbolehkan pula mempercayai atau membenarkan apa yang mereka katakan, karena sesuatu yang mereka katakan mengenai hal-hal yang ghaib itu hanya didasarkan atas perkiraan belaka, atau dengan cara mendatangkan jin-jin untuk meminta pertolongan kepada jin-jin tersebut sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Dengan cara demikian dukun-dukun tersebut telah melakukan perbuatan-perbuatan kufur dan sesat.

Ingin tambah sukses ?? Ayo gabung peluang usaha warnet, balik modal dalam satu tahun, garansi modal kembali !!!

Orang islam belum tentu beriman

Mei 29, 2009 by

Orang Islam belum tentu beriman. D engan mengikrarkan dua kalimat Syahadat serta hati membenarkannya belum bisa dikatakan seseorang itu dikatakan beriman, akan tetapi dia telah termasuk orang yang memeluk agama islam. Karena salah satu rukun dari islam itu ialah mengucapkan dua kalimat Syahadat. Setelah berada di dalam agama islam, maka belumlah cukup sampai disitu saja. Ia harus menggali dari pada ilmu–ilmu tentang ke islaman agar tumbuh dalam dirinya keimanan.

Sebab keimanan itulah yang bisa membawa ia kedalam keselamatan, sebagaimana arti dari pada islam itu sendiri adalah selamat atau keselamatan. Bagaimana mungkin bisa dikatakan selamat atau masuk di dalam keselamatan kalau belum tumbuh yang namanya keimanan. Karena keimanan itu adalah isi dari pada islam, ruh dari pada islam dan kehidupan dari pada islam. Tanpa adanya keimanan maka seseorang yang beragama islam ibarat pohon yang haus akan siraman air yang lama kelamaan akan kering dan mati tanpa menghasilkan buah yang bisa dinikmati hasilnya.

Oleh sebab itu bagi siapa pun yang menginginkan keselamatan maka ia haruslah mengerti tentang keimanan. Dan keimanan itu tidaklah sekedar dikata melainkan perlu adanya bukti yang bisa dirasakan.

Ingin tambah sukses ?? Ayo gabung peluang usaha warnet, balik modal dalam satu tahun, garansi modal kembali !!!

Jiwa yang tenang dalam islam

Mei 29, 2009 by

Sesungguhnya bahwa hidup ini adalah Fana/tidak kekal, untuk itu kesadaran akan datangnya kematian harus terus tertanam dalam jiwa kita. “Kullu Nafsin Dzaaiqotul maut” tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan kematian. Kematian adalah suatu keniscayaan, kepastian. Kematian adalah terminal menuju kehidupan kekal abadi. Benar apa yang disabdakan Uswah hasanah kita Muhammad Rosululloh SAW, dengan mengingat kematian dapat membersihkan berbagai karat hati.

Tentunya bagi orang yang benar dalam menyikapi kedatangannya, yaitu dengan melakukan persiapan-persiapan matang dan terencana, dengan terus dan terus menjalankan kefardhuan-kefardhuan yang telah ditetapkan Alloh Jalla wa ‘ala dan menghidupkan Sunnah Rosululloh SAW. kita bisa bekerja dengan keras saat jiwa kita sedang asyik dengan Al-Qur’an.

Tetapi di saat yang lain, kita mungkin mengalami kondisi keengganan yang besar, jangankan disuruh menghafal, sekedar melihat mushaf pun sangat tidak siap. Untuk kondisi seperti itu, kita perlu merayu diri sendiri, merenungi kehidupan diri kita sendiri sambil mencari bahasa apa yang dapat membangkitkan energi kita untuk kembali bekerja meraih cita-cita hidup bersama Al-Qur’an.

Ingin tambah sukses ?? Ayo gabung peluang usaha warnet, balik modal dalam satu tahun, garansi modal kembali !!!

Hakikat rizki dalam interaksi bersama Al Qur’an

Mei 27, 2009 by

Dalam kehidupan ini, Allah SWT telah menetapkan rizqi untuk seluruh makhluknya, tanpa terkecuali. Bentuk rizqi yang diberikan Allah SWT kepada makhluknya ada yang bersifat Yabsuth ( dilapangkan ) dan ada pula yang bersifat Yaqdir ( disempitkan ). Dalam Al Qur’an surat Ar Ruum : 37, dua sifat inilah yang akan senantiasa menyertai makhuknya dalam memperoleh segala kenikmatan yang diberikan Allah SWT.

Sungguh mustahil, jika makhluk Allah SWT (manusia) hanya diberikan rizqi berdasarkan sifat Yabsuth-nya ( dilapangkan ) saja. Sudah menjadi ketetapan dari Allah SWT, jika manusia diberikan kelapangan dalam satu hal, pasti Allah SWT akan memberikan kesempitan ( Yaqdir ) dalam ujian yang lainnya. Artinya dalam dua hal tersebut ( Yabsuth dan Yaqdir ), bagaikan 2 gambar mata uang yang tidak bisa dipisahkan, oleh karena itu pada keduanya Allah SWT sudah mempersiapkan segala bentuk ujian yang harus dilalui oleh setiap makhluknya (manusia).

Ada sebuah kisah nyata, yang mudah-mudahan dapat kita ambil hikmahnya sehingga dapat mendatangkan manfaat bagi kita semua. Ada seorang laki–laki pengusaha yang Allah SWT uji dari segi hartanya. Tersebutlah laki–laki itu memiliki ruangan khusus tempat penyimpanan uang, sehingga ketika memerlukannya, laki-laki itu langsung mengambil di ruangan itu tanpa harus keluar rumahnya menuju Bank untuk mengambilnya. Bahkan ketika bermaksud untuk melakukan kunjungan pun ke rekan kerjanya di London, dia pergi dengan menggunakan pesawat pribadi yang telah disewanya tanpa memikirkan berapa besar biayanya, tidak hanya itu, sekedar makan siang pun laki–laki pengusaha itu langsung pergi dengan pesawat pribadinya menuju Singapura.

Itulah bentuk Yabsuth-nya ( dilapangkannya ) pengusaha ini dalam hal harta, akan tetapi di balik semua itu, Allah SWT mengujinya dalam hal Yaqdir ( kesempitan ) di dalam berumah tangga, dalam proses berumah tangganya tidak satupun istri yang telah dinikahinya bisa hidup lama dengan harmonis, dengan kata lain sampai usianya menginjak 50 tahunan, bahtera hidup rumah tangganya sering dibenturkan dengan perceraian.

Ingin tambah sukses ?? Ayo gabung peluang usaha warnet, balik modal dalam satu tahun, garansi modal kembali !!!

Skenario hidup manusia

Mei 27, 2009 by

Kehidupan manusia merupakan perjalanan panjang, melelahkan, penuh liku-liku, dan melalui tahapan demi tahapan. Berawal dari alam arwah, alam rahim, alam dunia, alam barzakh, sampai pada alam akhirat yang berujung pada tempat persinggahan terakhir bagi manusia, surga atau neraka. Al-Qur’an dan Sunnah telah menceritakan setiap fase dari perjalanan panjang manusia itu. Al-Qur’an diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW berfungsi untuk memberikan pedoman bagi umat manusia tentang perjalanan (rihlah) tersebut. Suatu rihlah panjang yang akan dilalui oleh setiap manusia, tanpa kecuali. Manusia yang diciptakan Allah SWT. dari tidak ada menjadi ada akan terus mengalami proses panjang sesuai rencana yang telah ditetapkan Allah SWT.

Saat ini ada dua teori yang menyesatkan orang banyak. Al-Qur’an dengan tegas membantah teori itu.

  • Pertama, teori yang mengatakan manusia ada dengan sendirinya. Dibantah Al-Qur’an dengan hujjah yang kuat, bahwa manusia ada karena diciptakan oleh Allah swt.
  • Kedua, teori yang mengatakan manusia ada dari proses evolusi panjang, yang bermula dari sebangsa kera kemudian berubah menjadi manusia.

Teori ini pun dibantah dengan sangat pasti bahwa manusia pertama adalah Adam AS kemudian selanjutkannya anak cucu Adam AS diciptakan Allah SWT dari jenis manusia itu sendiri yang berasal dari percampuran antara sperma lelaki dengan sel telur wanita, maka lahirlah manusia yaitu Rasulullah SAW. semakin mengokohkan tentang kisah rihlatul insan.

Disebutkan dalam beberapa haditsnya. “Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang musafir” (HR Bukhari). Dalam hadits lain: ”Untuk apa dunia itu bagiku? Aku di dunia tidak lebih dari seorang pengendara yang berteduh di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkannya” (HR At-Tirmidzi).

Ingin tambah sukses ?? Ayo gabung peluang usaha warnet, balik modal dalam satu tahun, garansi modal kembali !!!

Cinta kepada Allah SWT dan Cinta kepada Manusia

Mei 27, 2009 by

Nabi Muhammad SAW bersabda : “Barangsiapa yang tiada mengasihi manusia maka Allah-pun tiada mengasihinya!”Di Dalam ajaran Islam, Mengasihi sesama manusia adalah bagian terpenting dari ajaran Nabi Muhammad SAW dan Ahlul Baitnya. Mencintai umat manusia adalah realisasi dari ajaran al-Qur’an, yang mana pengutusan Nabi Muhammad SAW merupakan rahmat dan wujud kasih sayang Allah SWT atas Alam Semesta ,Tiadalah Kami mengutusmu (Wahai Muhammad) melainkan sebagai rahmat (Ku) atas Alam Semesta” (QS Al-Anbiya ayat 107).

Ayat di atas sekaligus menjelaskan tujuan dari diutusnya Muhammad SAW sebagi Rasul dan Nabi, yaitu memanifestasikan Kasih Tuhan ke seluruh penjuru semesta. Di dalam hadits lainnya diriwayatkan Rasulullah SAW bersabda, ”Demi Yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, tidaklah masuk Surga kecuali orang yang memiliki rasa kasih sayang. Para sahabat menyahut, “Kami semua memiliki kasih sayang!” Nabi berkata, “Bukan itu yang kumaksudkan, kalian bisa dikatakan sebagai orang yang memiliki kasih sayang jika kasih sayang kalian juga dilimpahkan kepada seluruh umat manusia dan alam semesta.

Ingin tambah sukses ?? Ayo gabung peluang usaha warnet, balik modal dalam satu tahun, garansi modal kembali !!!

Menyadari kasih sayang Allah SWT

Mei 27, 2009 by

Dan Dia (Allah SWT) Telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah SWT, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim lagi sangat mengingkari (kufur nikmat)“ Membaca merupakan perintah pertama Allah SWT dalam Al-Qur’an yang ditujukan langsung kepada manusia pilihan-Nya, Rasulullah SAW.

Melalui wahyu pertama ‘Iqra’ (bacalah) dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan’ (Al-Alaq: 1), membaca di sini harus difahami dalam arti yang luas karena memang objek membaca dalam wahyu pertama tersebut tidak dibatasi dan tidak ditentukan; Bacalah! Berarti beragam yang layak dan harus dibaca. Salah satu objek terbesar yang harus dibaca adalah kasih sayang Allah SWT. yang terhampar di seluruh jagat raya ini tanpa terkecuali. Semuanya adalah bukti dan tanda kasih sayang Allah SWT. untuk seluruh makhluk ciptaan-Nya.

Untuk itu, ayat di atas hadir untuk mengingatkan manusia akan kasih sayang Allah SWT. yang memberikan segala yang dibutuhkan, sekaligus merupakan perintah untuk senantiasa membaca karunia tersebut agar tidak termasuk orang yang zalim, apalagi kufur nikmat seperti yang disebutkan di kalimat terakhir ayat tersebut di atas ‘Sesungguhnya manusia itu sangat zhalim lagi sangat ingkar nikmat.’ Tentu, ayat ini tidak berdiri sendiri seperti juga seluruh ayat-ayat Al-Qur’an. Setiap ayat memiliki keterkaitan dan korelasi dengan ayat sebelum atau sesudahnya yang menunjukkan wahdatul Qur’an kesatuan dan kesepaduan ayat-ayat Al-Qur’an, termasuk ayat di atas ini harus dibaca dengan mengkorelasikannya dengan dua ayat sebelumnya yang menggambarkan sekian banyak dari nikmat Allah SWTt. yang harus dibaca dengan penuh kesadaran.

Ingin tambah sukses ?? Ayo gabung peluang usaha warnet, balik modal dalam satu tahun, garansi modal kembali !!!

Hubungan islam dengan seni

Mei 27, 2009 by

Terkadang masih ada pandangan bahwa Islam tidak memiliki apresiasi sedikit pun terhadap kesenian, khususnya seni rupa, film dan jenis-jenis seni pertunjukan lainnya: musik, teater, dan tari. Inilah pandangan yang kaku, dan merupakan produk yang berasal dari masa lalu. Sedangkan di seberang yang lain: menafikan Islam memiliki kontribusi terhadap perkembangan kesenian. Sehingga tak ada yang layak disebut “seni Islam”.

Namun pengalaman yang tak bisa dipungkiri, Islam justeru berkembang melalui kreasi-kreasi kesenian. Islam yang hidup tak hanya melalui ibadah-ibadah ritual saja, tapi kesenian pula yang meniupkan nafas kehidupan bagi Islam. Melalui kesenian—yang merupakan puncak kreasi manusia—Islam menjadi lebih manusiawi, membumi, di samping ia membawa ajaran-ajaran Ilahi.

Islam jelas sangat menghargai seni,tapi dalam hal ini masih dalam koridor yg masih dianggap wajar,tp kalau seandainya melewati batas yg telah disyariaatkan alquran jelas akan sangant diharapkan,contoh dalam hal ini musik dalam beberapa pendapat ulama adalah mubah tp ada juga yg mengharamkan,tp kalu seandainya musik tersebut disertai goyangan yang mengundang gairah jelas di haram.

Ingin tambah sukses ?? Ayo gabung peluang usaha warnet, balik modal dalam satu tahun, garansi modal kembali !!!