Wanita sumber fitnah

By admins123

“Aku tidak meninggalkan setelahku satu fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki daripada fitnahnya para perempuan”. (HR. Bukhari dan Muslim). Oleh para penafsir agama, hadis di atas itu kemudian dijadikan alasan atau dasar legitimasi untuk membatasi gerak dan aktifitas kaum perempuan di luar rumah dalam pandangan normatif. Pembatasan ini hanya diberlakukan bagi perempuan dan tidak bagi kaum laki-laki, agaknya karena perempuan mendapat stigmatisasi sebagai sumber fitnah tadi.

Terlepas dari hal itu, hal yang paling subtantif dari persoalan ini adalah penciptaan situasi yang memungkinkan perempuan, meskipun sendirian dapat terhindar dari gangguan dan tangan jahil laki-laki. Tetapi, bagaimana pun mekanisme ini dibuat, menghubungkan fitnah hanya bersumber dari perempuan, merupakan cara pandang yang sangat patriarkhis dan menyudutkan perempuan. Sungguh sangat aneh dan tidak adil ketika perempuan yang selalu harus selalu disalahkan atau ketika hanya perempuan yang dianggap menjadi sumber fitnah meski yang mengganggu, menggoda atau menjahili perempuan adalah laki-laki. Bukankah laki-laki juga bisa menjadi daya tarik bagi kaum perempuan.

Ingin tambah sukses ?? Ayo gabung peluang usaha warnet, balik modal dalam satu tahun, garansi modal kembali !!!

Tag: , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan